Postingan

Bilal (2015): Betulkah Menyebarkan Paham Liberalisme?

Gambar
Bagi seorang penyuka film animasi, terutama basis CGI ( computer generated imagery atau kadang disebut kalangan awam sebagi “animasi 3d”) maupun anime, kehadiran film Bilal: A New Breed of a Hero (2015) terasa sebagai hembusan angin yang baru buat saya. Kenapa bisa begitu? Tentu saja selama bertahun-tahun kita disuguhi film-film animasi buatan Hollywood dan Jepang, kemudian datanglah satu ini, Bilal, produksi Uni Emirat Arab, dengan dua versi rilis, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Saya mendapatkan kesempatan untuk menonton versi Arab dan ini merupakan suatu hal yang sangat baru buat saya. Apalagi film ini menggunakan sosok seorang shahabat Rasulullah saw, muazin pertama dalam Islam, suara terompahnya terdengar hingga surga dan idola kebanyakan anak-anak muda Muslim sebagai simbol kesetaraan etnis, yaitu Bilal bin Rabbah al Habsyi radhiyallahu ‘anhu.

(Tulisan Lama) Kisah Sa'id Nursi dalam Animasi 3D

Gambar
 Bediuzzaman Sa'id Nursi (1877-23 Maret 1960) adalah seorang ulama sekaligus filsuf muslim terkemuka asal Turki yang menyusun buku tafsir Al-Qur'an berjudul Risale-i-Nur setebal lebih dari enam ribu halaman. Saat beliau masih hidup, ia adalah salah satu tokoh yang paling ditakuti oleh pemerintahan sekuler Turki. Hingga ia ditahan dan diasingkan. Kayaknya, tokoh kita satu ini cukup menarik untuk ditelusuri. Lalu, bagaimana bila kisah hidup beliau diangkat dalam film animasi layar lebar?

Nefes (2009): Berapakah Harga Nyawa Tiap Satu Prajurit (Tulisan Lama)

Gambar
Jarang-jarang banget saya bikin artikel review film. Terakhir sekitar setengah tahun lalu ketika saya buat artikel film The Physician (2013) yang menceritakan kisah seorang pemuda Inggris yang menyamar jadi seorang Yahudi agar bisa diterima sebagai murid Ibnu Sina. Kali ini, saya memuat postingan mengenai film asal Turki berjudul Nefes (2009). Hampir tidak ada film Turki yang masuk ke ranah bioskop Indonesia. Apalagi pada 2012 lalu, dimana Fetih 1453 yang telah lama ditunggu kehadirannya oleh umat muslim Tanah Air, malah tak muncul posternya di dinding-dinding Blitzmegaplex maupun Cinema 21. Alhasil, kita menontonnya melalui link-link unduhan yang ditawarkan situs-situs penyedia film bajakan macam Ganool dan Cinemaindo.

Iklan Ramadhan 1438 H Ini Serukan Perdamaian

Gambar
Bulan Ramadhan, selain hanya dijadikan sarana untuk memperbaiki diri, ternyata juga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki sesama. Pastinya kita selalu menunggu-nunggu bulan suci ini dengan penuh antusias dan kemudian menjalankannya dengan penuh khidmat. Tanpa kita sadari pun, kita akan memasuki sepuluh malam terakhir dalam waktu hitungan hari. Karena segalanya berjalan dengan cepat, tak bolehlah bila Ramadhan yang hanya setahun sekali hanya jadi ajang menahan lapar dari subuh hingga maghrib. Jadi, ada baiknya bila kehadiran sang tamu terindah ini kita jadikan saat-saat untuk memperbaiki keadaan sesama. Menyerukan pada kebaikan dan mengurangi segala kemunkaran.

Jadilah Pancasilais dengan Sila Pertama

Gambar
"Saya Indonesia! Saya Pancasila!" Tanggal 1 Juni 2017 lalu, media dan khalayak Indonesia, terutama dari kalangan netizen, dihebohkan oleh slogan tersebut. Ada yang menyambutnya dengan sukacita penuh semangat, bahkan hingga mengunggah foto profil medsosnya dengan fotonya bersebelahan dengan slogan tersebut. Adapun yang justru mengkiritiknya. Ada apa ini? Kenapa pulak ada yang justru menghujat slogan tersebut? Bukankah justru terdengar hebat saat ada orang yang mengaku dirinya adalah Indonesia dan Pancasila?

Indonesia Palsu a la Orang Luar

Gambar
Pernah nonton Fast 5 ? Pernah dong ya. Selain mobil-mobilnya yang keren dan aksi-aksi laganya yang menegangkan, apa yang menurutmu menarik dalam film tersebut? Jangan bilang kepala licin Vin Diesel, Tyrese Gibson, dan Dwayne “The Rock” Johnson. Memang menarik sih hehe... Tapi bagi saya, bukan hanya itu yang menarik. Bagaimana para kru film ternyata tidak benar-benar mengambil lokasi syuting di Rio de Janeiro, Brazil, melainkan di Puerto Rico. Ya, di Puerto Rico. Anda tak salah baca. Entah saya sendiri belum pernah ke Puerto Rico maupun ke Rio de Janeiro. Selain Fast 5 , film lain yang menyulap Puerto Rico menjadi kota karnaval tersebut adalah Falcon Rising, film aksi bela diri yang dibintangi Michael Jai White. Keseriusan para kru film luar negeri juga terlihat pada film Kingdom of Heaven dimana mereka mengubah Maroko menjadi Yerusalem pada masa Perang Salib Abad Pertengahan. Tahun 1998, Steven Spielberg pun memilih Irlandia sebagai lokasi syuting bagi film Saving Private Rya...

Indonesia dalam Pergulatan Toleransi Sosial

Gambar
Indonesia, satu negara di wilayah Asia Tenggara. Terletak antara dua benua, dua samudra, dan dua hembusan angin dari dua arah yang berbeda. Bukan hal yang baru lagi bila kita ketahui bahwa Indonesia adalah negeri dengan beragam suku, bahasa, budaya, dan agama. Hasil perhitungan terakhir tahun 2015  menunjukkan bahwa populasi penduduk mencapai lebih dari 255 juta jiwa. Dengan begitu berwarnanya keanekaragaman di negara terpadat nomor empat di dunia ini, tak heran bila Indonesia pun memiliki keadaan sosial antar penduduknya yang beragam. Konflik-konflik sosial pun selalu muncul dan selalu berbeda bergantung silih bergantinya zaman. Mengingat begitu beragamnya masyarakat Indonesia, masalah perbedaan cara bicara dan mengambil sikap pun bisa menyebabkan timbulnya konflik.